Bagaimana saya mulai menerapi ?

Ada beberapa tugas yang menjadi  “pekerjaan rumah” pengurus vallgara dari grup telegram bit.ly/vallgara yaitu pembahasan mengenai teknik terapi maag, alergi, dan kaligata. Namun nampaknya sangat baik jika pembahasan materi  tersebut dan materi – materi berikutnya dilandaskan pada konsep dasar terapi energi.

“Bagaimana saya mulai menerapi ?”

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang 90% ditanyakan oleh calon terapis, hanya 10% saja terapis yang akan langsung mencoba tanpa terlalu ambil pusing mengenai “teori”. Kedua tipe pendekatan ini sangat natural bukankah saat mendapatkan gawai baru ada orang yang membaca terlebih dahulu seluruh petunjuk penggunaan barang, sementara lainnya memilih mencoba langsung gawainya.

Pengetahuan baik berdasarkan informasi (membaca buku petunjuk) maupun pengalaman (karena pernah memiliki gawai sebelumnya) tentu menambah percepatan terapi. Sementara keberanian untuk mencoba akan menambah kedalaman materi, melalui eksperimen diluar pakem standar akan menambah pengenalan terhadap karakter energi.

Jadi kedua pola pendekatan terhadap materi saling melengkapi dan tantangan setiap terapis adalah menyeimbangkan antara keduanya.

RULE #1 : Keep It Simpel

Ini adalah panduan dasar jadi mari kita buat mudah & sederhana.
Mengharapkan detail ngejlimet ? Berenti bacanya kak karena ngga akan ada di artikel yang ini.

Konsep terapi sederhana, ia mendasarkan pada konsep bahwa sel – sel tubuh mampu memperbaiki dirinya sendiri saat memiliki energi yang cukup.

Maka tugas terapis adalah membantu tubuh pasien mencapai level energi minimum untuk memicu perbaikan sel.

Pertanyaannya adalah bagaimana teknis menyediakan energi tersebut. Rangkaian paragraf berikut akan memberikan alternatif jawabannya. Mohon sekali lagi dicatat bahwa penjelasan dibawah ini adalah ALTERNATIF yang disusun dari resume materi dari coach DZA dan aplikasi terapi untuk para pemula yang baru meniti jalan terapi. bagi para terapis yang telah memiliki jam terbang, sangat mungkin telah menemukan bentuk terapi yang sesuai dengan karakter energinya masing – masing.

Jadi segala perbedaan yang ditemukan saat aplikasi merupakan bentuk dari proses yang dijalani, niscaya terjadi, dan merupakan kebhinekaan yang memperkaya bukan sesuatu yang perlu dipertentangkan.

BLENDING

Energi yang berasal dari dari Adenosin Tri Phosphat (ATP) dan Energi Universe merupakan satu kesatuan yang bekerjasama dalam proses terapi. Sebelum berusaha menyalurkan, maka seorang terapis haruslah terlebih dahulu merasakan kehadiran energi ini.

Konsep penting yang perlu dipegang adalah kedua energi selalu hadir bersamaan. Tidak ada TD tanpa kehadiran TM demikian pula sebaliknya. Maka berfokuslah pada satu dan yakinlah energi yang lain akan mengikuti.

Blending merupakan latihan yang mengandalkan dan mengasah kepekaan energi, dengan menempatkan titik fokus di kepadatan energi dan membiarkan tubuh mengikuti pergerakan alami energi. Penggunaan lempeng Cu – Zn di telapak tangan dapat membantu terapis dalam latihan blending.

TEKNIK BLENDING

Latihan blending paling sederhana dapat dilakukan pada posisi duduk maupun berdiri. Sebagai posisi awal, posisikan kedua telapak tangan terbuka menghadap keatas didepan dada dengan jarak antar telapak selebar bahu.

Tarik nafas mendalam, tenangkan pikiran, dan mulai memfokuskan pikiran dan perasaan ke kedua telapak tangan. Rasakan SELURUH sensasi yang muncul, kemudian temukan sensasi gerak baik tarikan maupun dorongan, pilihlah sensasi gerakan sebagai titik fokus kakak.

Secara bertahap gerakan akan makin menguat, pasrahkan telapak tangan kakak untuk mengikuti gerakan tersebut layaknya memasukkan tangan kedalam aliran air yang mengalir, ikuti gerakannya. Nikmati dan ingat dengan kuat sensasi ini.

Seiring meningkatnya kepekaan maka bagian tubuh lainnya akan mulai merasakan kepadatan energi. Saat ini terjadi kakak akan mulai merasakan dorongan/tarikan yang lebih kuat, sensasi badan yang hendak berputar, dan pergerakan tangan yang lebih cepat. Ikuti semuanya seperti daun yang jatuh kedalam aliran sungai.

PEMFOKUSAN ENERGI

Fase pengumpulan energi diperlukan untuk secara bertahap menambah kemampuan penyaluran energi, menambah “arus / ampere”  energi yang disalurkan. Saat mengumpulkan energi jalur – jalur energi tubuh dirangsang untuk lebih aktif.

Konsep dasar pengumpulan energi adalah saat fokus menguat maka kepadatan energipun akan menguat sehingga fokus dan feel memegang peranan dominan pada proses ini. Posisikan telapak tangan membentuk cekungan dan berfokuslah pada kepadatan energi yang biasanya ditandai dengan sensasi kenyal dan berat sebagai indikasi energi telah berkumpul.

Terapis disarankan untuk terus melatih dan tidak berhenti hanya di kenyal dan berat. Untuk meningkatkan kapasitas jalur – jalur energi terapis perlu berinvestasi dengan berlatih satu langkah lebih dalam di fase pemfokusan energi ini yaitu dengan “melawan” kepadatan energi yang terbentuk.

Saat kepadatan terbentuk maka jari jari tangan akan mendapatkan sensasi dorongan, terus berfokus di sensasi tersebut dan lawanlah dorongan yang ada sehingga sampai di titik dimana jari – jari tangan kejang dengan sendirinya, terus pertahankan sehingga telapak tangan merasakan berat yang nyata benar – benar berat. Pertahankan dan nikmati sensasinya, pada fase ini jalur energi tubuh sedang dilatih untuk memperbesar kapasitasnya dan otak sedang mengenali kepadatan energi yang satu tingkat lebih tinggi.

Jika beruntung maka kakak akan dapat merasakan energi berkumpul berbentuk bola, jika lebih beruntung lagi maka kakak dapat merasakan kecepatan perputaran energi bola tersebut.

Untuk sensasi dan manfaat yang lebih dahsyat, tambahkan teknik nafas baik perut, dada, maupun diafragma. Saat menambahkan nafas pada pengumpulan energi maka pastikan membuang nafas hingga benar – benar habis pada setiap nafasnya.

MEMULAI SESI TERAPI

Cek kerapian pakaian dan penampilan, pastikan tangan bersih, tersenyumlah dengan tulus.

Tarik nafas panjang, luruskan niat untuk membantu, dan simpan pikiran lainnya. Fokus pada satu hal : membantu pasien semaksimal mungkin.

Mari sambut pasien yang hatinya telah digerakkan oleh semesta hingga sampai dihadapan kakak.

DETEKSI

Seperti hanya seorang dokter, terapi membangun diagnosa melalui komunikasi hangat dan terbuka dengan pasiennya. maka bukalah sesi terapi dengan sapaan ramah dan tanyakan :

  • Apa keluhan yang dirasakan pasien dan sejak berapa lama keluhan dirasakan.
  • Apakah pasien pernah berkonsultasi dengan tenaga medis, jika ya apa hasil diagnosa medisnya.

Berbekal informasi awal ini maka kita dapat menyusun strategi terapi dan titik mana yang akan menjadi fokus. Langkah selanjutnya adalah :

  • Minta pasien untuk tenang dan fokus merasakan terapi. Selain menjalin kerjasama dan mempermudah sinergi energi antara terapis dan pasien, dengan “trik” ini terapis akan lebih mudah untuk fokus dan tidak terdistraksi oleh obrolan maupun pertanyaan dari pasien.
  • Lakukan deteksi energi dengan “menyapu” tubuh pasien menggunakan telapak tangan untuk merasakan area pada tubuh pasien yang kekurangan energi.
  • Susun strategi untuk mengalirkan energi di titik – titik terapi hasil menggali informasi dari pasien dan hasil deteksi energi.

MENGALIRKAN ENERGI

KLASIK

Rasakan kepadatan energi di kedua belah telapak tangan dan tempelkan telapak tangan di titik terapi.

Berfokuslah pada merasakan energi ditubuh pasien, bukan aliran energi di tubuh terapis. Awalnya mungkin penuh tantangan, namun seiring dengan pembiasaan akan secara bertahap menjadi lebih mudah. Banyak terapis yang tergoda untuk merasakan derasnya aliran energi di lengan dan telapaknya, namun ingat bahwa inti terapi adalah bagaimana mengondisikan energi di tubuh pasien. Saat terapis berfokus pada tubuhnya sendiri maka sinyal – sinyal dari pasien akan tertutupi dan terabaikan.

Kedua tangan dapat digunakan untuk melakukan terapi di dua titik yang berbeda dengan tetap menitik-beratkan fokus dan perhatian kita pada aliran energi ditubuh pasien. Rekam sensasi – sensasi ini karena merupakan informasi yang berharga untuk terapi berikutnya.

Penggunaan nafas dapat membantu terutama untuk menambah tenaga pendorong energi, kakak dapat menggunakan nafas apapun yang nyaman dengan tetap berfokus pada kondisi energi pasien.

Cu – Zn

Menggunakan alat bantu berupa lempeng logam tembaga (Cu) dan Seng (Zn) merupakan metode baru yang diperkenalkan oleh Coach DZA baik dalam proses latihan maupun terapi.

Pada saat terapi menggunakan Cu-Zn, Coach DZA memberikan arahan Zn ditempelkan ditangan  dominan yang digunakan untuk terapi (menempel ke pasien) Sedangkan tembaga diposisikan di ulu hati terapis. Sebagai contoh, untuk seorang yang menggunakan tangan kanan untuk menerapi maka Zn di letakkan di telapak tangan kanan dan Cu di telapak tagan kiri, tangan kiri ditempelkan di uluhati terapis.

Terapi kemudian dilakukan sebagaimana terapi metode klasik dengan satu tangan yang digunakan menerapi.

Sebagai catatan, tangan yang dominan digunakan untuk beraktifitas belum tentu merupakan tangan dengan jalur energi yang lebih baik. Sehingga terapis disarankan untuk bereksperimen untuk mengenali tangan mana yang dominan dalam penyaluran energi.

KAPAN TERAPI SUDAH CUKUP

Untuk terapis pemula, kemampuan untuk mendeteksi kapan terapi cukup kadang membingungkan. Sebagai patokan awal kakak dapat menggunakan patokan dari Coach DZA yaitu terapi diberikan dalam durasi maksimal 15 menit di tiap titik. Tentunya makin banyak jam terbang dan jam berlatih maka terapi per titik akan menjadi lebih singkat karena asumsinya tubuh terapis telah mampu memenuhi kebutuhan energi pasien dengan lebih cepat.

Seperti disingung pada paragraf sebelumnya, fokus terapi adalah bagaimana energi direkayasa pada tubuh pasien. Saat terapis berfokus pada tubuhnya sendiri maka sinyal – sinyal dari pasien akan tertutupi dan terabaikan.

Salah satu sinyal yang diberikan oleh tubuh pasien adalah sinyal yang menandai energi yang disalurkan sudah cukup, bahwa terapi di titik tersebut sudah mendapatkan energi yang memadai. Sensasi umum dirasakan adalah kepadatan atau tolakan, saat ini terasa maka saatnya pindah ke titik terapi berikutnya.

Sel – sel pasien layaknya tanaman dalam pot yang memerlukan waktu untuk menyerap air yang diberikan. Menyiram terlalu banyak air dalam waktu yang singkat tentunya tidak akan memberikan peningkatan yang signifikan. Berikan tubuh pasien untuk menggunakan energi bagi proses pemulihannya.

MENUTUP SESI TERAPI

Saat semua titik terapi telah dicukupkan kebutuhan energinya maka saatnya menutup sesi terapi. Berikan afirmasi positif pada pasien untuk optimis, tutup sesi dengan :

  • Memperkuat energi pasien secara keseluruhan, hal ini dapat dilakukan secara eksplisit maupun tanpa memberitahu pada pasien,
  • Memberikan saran diet, makanan/minuman yang disarankan dikonsumsi atau dihindari,
  • Terakhir, perkuat energi di air terapi dan anjurkan pasien untuk mengonsumsi Air165 / Air Terapi secara rutin 2 hingga 3 botol sehari untuk membantu proses pemulihan.

Saat pasien memberikan tanda balas jasa, maka terimalah dan ucapkan terima kasih dengan tulus tanpa menilai bentuk maupun nilai pemberian tersebut. Lihatlah dari sisi pasien yang tulus memberikan penghargaan dan terima kasih pada terapis. Menerima pemberian atas jasa yang diberikan merupakan aksi timbal balik yang melengkapkan lingkaran warkha, bukan sebuah kehinaan.

FOLLOW UP

Kegiatan follow up pada intinya berisi refleksi : menganalisa dan mengevaluasi pelajaran – pelajaran apa yang didapat dari proses terapi yang dilakukan. Dengan melakukan tindak lanjut maka melengkapkan lingkaran pembelajaran sehingga dari pasien satu ke pasien berikutnya terapis akan menjadi lebih baik dalam penguasaan energi, lebih luas wawasannya, sehingga suatu saat mampu untuk mandiri dan melejit.

Tanpa follow up maka perkembangan kemampuan terapis akan biasa – biasa saja cenderung stagnan. Terapis akan terus menghadapi tantangan yang sama berulang – ulang.

Pertanyaan yang ditanyakan saat follow up :

  • Sejauh mana pengetahuan terapis akan penyakit yang baru saja diterapi
  • Berapa tingkat akurasi deteksi
  • Adakah pertanyaan pasien yang belum bisa dijawab dengan meyakinkan.

Dan pertanyaan senada yang memacu kita untuk belajar dan berlatih lagi.

Kegiatan follow up dalam ranah teknis adalah menanyakan kabar pasien beberapa hari setelah terapi. Hal ini sederhana namun memberikan efek luar biasa.

Demikian gambaran mengenai teknik terapi energi, semoga artikel singkat ini bermanfaat dan dapat menjadi pijakan kakak untuk melejitkan potensi. Jika kakak menilai artikel ini bermanfaat, sampaikan berita ini pada vardazha lainnya ya kak !

Gabung juga di grup telegram, dengan satu klik ditautan berikut :

http://bit.ly/vallgara

Kunjungi juga  facebook kita di

http://bit.ly/facebookvallgara

Dan ingat event Latihan gabungan #SayangHeulang dimana Coach DZA akan langsung melatih di Pantai Sayang Heulang Pameungpeuk Garut akan segera kita jelang di 1 April 2018.

Untuk tiket Sayang Heulang sendiri sudah bisa didapatkan di :
Kak Sabrina 0812-2017-9844
Kak Yati 0878-2469-7977
Kak Ina 0819-1039-9563

Kontak Kak Sabrina jika kakak ingin membeli tiket di ticketbox yang akan dibuka saat hari H